Site icon BKSDA SUMBAR

Bupati Pasaman Berikan Dukungan Upaya Penanganan Konflik Harimau Sumatera di Kota Nopan

Munculnya satwa Harimau Sumatera di Nagari Kota Nopan, kecamatan Rao kabupaten Pasaman dalam 2 minggu terakhir ini membuat masyarakat menjadi terkejut dan terhambat melakukan aktivitas di luar rumah, hal ini berdampak terhadap perekonomian masayarakat Jorong IV Pasar Kemis nagari Kota Nopan yang rata rata pencahariannya ke ladang. Kejadian ini menarik perhatian Bupati Pasaman H. Benny Utama untuk meninjau langsung lokasi Konflik Harimau Sumatera tersebut pada hari Kamis 29 Desember 2022.

Dilokasi Bupati Pasaman ini bertemu dengan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai KSDA Sumbar yang sudah 3 hari dilokasi konflik mengucapkan terima kasih karena telah mengupayakan penanganan konflik Harimau Sumatera ini. Beliau juga menyampaikan kepada masyarakat supaya berhati hati dan jika harus pergi ke ladang sebaikanya bersama sama.

Upaya penanganan yang sudah dilakukan Tim WRU BKSDA Sumbar dengan masyarakat yaitu melakukan pemantauan, memebuat bunyian untuk menggiring Harimau ke habitanya, pemasangan camera trap dan pemasangan kandang jebak. Diketahui sebelumnya masyarakat telah memasang 3 buah perangkap sendiri, melihat perangkap tersebut yang sifatnya bisa membunuh satwa Harimau, Tim WRU BKSDA Sumbar menonaktifkan perangkap tersebut dan memasang 2 unit kandang jebak dilokasi sering muncul nya harimau sumatera ini yang diharapkan bisa membuat masyarakat tanang dan Harimau Sumatera bisa diselamatkan sehingga Harimau Pasaman tidak punah.

Kepala Balai KSDA Sumbar Ardi Andono, S.TP, M.Sc menyampaikan terima kasih kepada Bupati Pasaman yang telah peduli dengan kelestarian harimau sumatera ini. Beliau menambahkan kemunculan harimau sumatera ini kemungkinan karena adanya kerusakan habitat harimau itu sendiri dan meminta dukungan Muspida dan parapihak lainnya agar menghentikan kerusakan hutan ini agar harimau sumatera bisa hidup tenang di habitatnya. Penanganan konflik satwa tidak bisa ditangani oleh BKSDA SUMBAR, saja namun perlu peran para pihak, utamanya pemerintah daerah sesuai dengan surat edaran gubernur Sumbar tentang penyelamatan harimau sumatera di Sumbar, selain itu peran para pihak melindungi habitat harimau itu penting jika habitat rusak tentu harimau nya terganggu tutup Ardi Andono.

Exit mobile version