Penghalauan Harimau Sumatera di Nagari Gantung Ciri Kabupaten Solok

Padang, 16 Mei 2020, BKSDA Sumatera Barat melalui Resor Konservasi Wilayah (RKW) Solok berhasil melakukan penghalauan harimau yang sempat menyerang warga yang melakukan aktivitas berladang di Jorong Beringin Nagari Gantung Ciri, Kab. Solok.

Konflik Harimau Sumatera ini terjadi pada Kamis, 14 Mei 2020 sekitar pukul 16.15 Wib yang bermula dari penyerangan Harimau terhadap 4 (empat) orang warga yang pulang dari berladang di perbatasan Hutan Lindung dan Areal Penggunaan Lain (APL). Peladang berhasil menyelamatkan diri dengan memanjat pohon. Namun sudah beberapa jam bertahan di atas pohon, warga tersebut belum berani turun karena si raja hutan masih berada di sekitar mereka.

Malam harinya sekitar pukul 19.00 wib tim RKW Solok bersama petugas Polsek dan warga setempat berhasil melakukan penghalauan terhadap Harimau tersebut dengan menggunakan bunyi-bunyian mercon dan meriam karbit, dan berhasil mengevakuasi ke empat warga tersebut.
Selanjutnya, tim BKSDA Sumbar bersama warga Nagari Gantung Ciri, dipimpin Camat Kubung mengadakan pertemuan untuk pembahasan teknis penghaluan Harimau. Perlu disampaikan bahwa menurut info warga, satwa tersebut telah membuat takut warga sudah 1 (satu) minggu berkeliaran di lokasi tersebut. Warga juga melaporkan bahwa Harimau berjumlah 3 (tiga) ekor. Untuk memastikan keberadaan harimau dan untuk dasar penanganan lebih lanjut, petugas RKW Solok akan memasang camera trap.

Pada pertemuan tersebut Kepala RKW Solok, Afrilius, S.IP menjelaskan bahwa Harimau akan menyerang manusia jika ia merasa habitatnya terganggu. Untuk itu, guna mencegah gangguan harimau dan satwa liar lainnya, Afrilius menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang sekiranya dapat mengganggu habitat Harimau tersebut seperti melakukan perburuan, illegal logging, dan perambahan. Afrilius juga menyampaikan kepada warga untuk beberapa hari ke depan agar tidak melakukan aktivitas berladang di sekitar tempat kejadian.

Sampai saat berita ini diturunkan, petugas BKSDA Sumbar dan warga masih melakukan penjagaan dan penghalauan di sekitar kejadian dan melakukan kroscek dengan hasil kegiatan monitoring satwa dengan camera trap yang pernah dijalankan oleh BKSDA Sumbar Hal Ini dilakukan sampai kondisi dirasa aman sekaligus juga bertujuan untuk menciptakan ketenangan dan rasa aman bagi warga setempat.
Mengingat situasi masih dalam status PSBB untuk wilayah Sumatera Barat, petugas BKSDA Sumbar tetap menerapkan prosedur pengamanan Covid-19 dan menghimbau warga untuk tetap mematuhi PSBB

BKSDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *